Senin, 18 Juli 2011

mengembangkan ide tulisan


Ide tulisan itu sebenarnya ada di mana-mana. Ia bisa datang sendiri tanpa pernah kita undang, atau kita secara aktif mencarinya. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk merangsang datangnya ide. Nah, kalau kita kehabisan ide sebenarnya bisa kita cari.
Misalnya begini : coba kita amati salah satu benda di dekat kita, misalnya sebuah foto. Coba ingat, di mana dulu foto itu diambil, dalam moment apa, kejadian apa yang terjadi ketika itu dst. Dengan cara ini, insya Allah ide demi ide akan muncul di kepala kita dan itu adalah modal yang bagus untuk mulai menulis.
Sebenarnya ide merupakan sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Tapi masalah yang dihadapi oleh sebagian besar penulis adalah…. bagaimana menuangkan ide itu menjadi sebuah tulisan.
Ketika seorang penulis bingung bagaimana cara menuangkan ide menjadi tulisan, biasanya itu disebabkan di dalam pikirannya penuh dengan beban yang seharusnya tidak ada. Misalnya: dia khawatir kalau tulisan itu nantinya tidak menarik, tidak sesuai EYD, atau dia dibayang-bayangi oleh gaya penulisan dari penulis idolanya dan seterusnya.
Masalah-masalah seperti ini menghantui pikiran si penulis sehingga ia merasa berat ketika menuangkan idenya itu. Untuk mengatasi masalah seperti ini, sebenarnya si penulis tak perlu memikirkan hal itu. Cobalah menulis dengan sistem bebas. Mulailah menulis sekehendak anda, lupakan semua beban pikiran yang menghantui tersebut. Pokoknya kosongkan pikiran anda dari segala jenis beban apa saja yang muncul di kepala anda. Silahkan langsung menulis.
Dan pada tahap awal ini, upayakan agar anda tidak mengedit tulisan tersebut. Biarkan saja jika bahasanya amburadul, banyak kalimat yang bertele-tele, banyak yang salah ketik, dst. Kalau anda mulai mengoreksi tulisan anda, maka itu adalah awal dari kemacetan berikutnya.
Pada tahap awal penulisan ini, yang paling penting adalah: anda sudah menuangkan semua ide yang ada di kepala anda menjadi tulisan, itu saja. Setelah selesai menulis… barulah baca lagi dari awal. Kalau ada yang berantakan, salah ketik, dst… itulah saat yang tepat untuk merevisi.
Masalah berikutnya seputar ide tulisan adalah: ide yang sudah keduluan orang lain. Maksudnya: kita punya ide ingin menulis tema A misalnya, tapi eh.. sudah ada orang lain yang nulis masalah tsb. Banyak penulis yang langsung menyerah ketika menghadapi masalah seperti ini. Mereka pikir, “Ide saya kan udah diwakili oleh penulis lain. jadi saya bebas deh.”
Padahal sebenarnya itu tidak perlu. Silahkan tulis saja ide tsb. Setiap orang itu pasti unik walau idenya sama. Maka kemungkinan besar ia akan menjadi tulisan yang berbeda, jika ditulis oleh orang yang berbeda. Kembangkan ide yang sama dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dst. Tak ada ide yang benar-benar orisinal! Apapun ide yang muncul di kepala kita, pasti ada unsur pengaruh dari ide-ide yang sudah ada. Jadi, jangan takut kalo ide kita sama dengan ide orang lain.
Berikutnya…. ide yang klise. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya banyak sekali tulisan yang temanya sangat klise. Misalnya soal kasih sayang ibu pada anaknya, masalah pemerintah yang tak pernah memperhatikan rakyat, masalah cinta segitiga, masalah selingkuh dan masih banyak lagi.
Masalah-masalah seperti ini tentu sudah sering dibahas. Tapi bukan berarti kita sudah tak boleh menulis tema seperti itu. Ide yang paling basi sekalipun akan bisa menjadi tulisan yang menarik jika kita mengemasnya dengan sudut pandang yang baru, dengan gaya yang berbeda, dst. Intinya: tergantung kreativitas kita.

0 komentar:

Poskan Komentar